Agen Bola - Everton Hanyalah Ajang Uji Coba Bagi Arsenal

Agen Bola – Everton Hanyalah Ajang Uji Coba Bagi Arsenal

Agen Bola - Everton Hanyalah Ajang Uji Coba Bagi Arsenal

Agen Bola Bertanding di kandang lawan bukanlah hal yang mudah. Begitu juga halnya dengan Arsenal ketika melawan Everton pada laga hari Sabtu kemarin (23/08/2014) di Goodison Park. Arsenal berhasil bermain imbang melawan Everton (2-2). Melihat laga kemarin, Everton jauh lebih unggul dari Arsenal.

Di babak pertama, pemain Everton telah menggetarkan gawang Arsenal 2-0. Gol pertama tercipta oleh pemain Everton, Seamus S. Coleman di menit ke-19. Gol Kedua tercipta oleh S. Naismith di menit ke-45. Terlihat jelas bahwa pemain Arsenal kewalahan menghadapi gempuran kubu Everton yang mengakibatkan kubu Arsenal kebobolan dua gol. Memasuki babak kedua, tim Arsenal bermain sangat agresif untuk mengejar kekalahan di babak pertama. Tekanan demi tekanan, serangan demi serangan yang dilancarkan oleh pemain Arsenal membuat pertahanan Everton goyah. Permainan menyerang yang dilancarkan oleh Arsenal membuat pemain Everton terpancing emosi.

Kedua tim pun terlihat bermain kasar. Tidak ada satu pun pemain Everton yang diganjar kartu kuning. Hal sebaliknya terjadi pada pihak Arsenal diganjar tiga kartu kuning oleh wasit Kevin Friend. Ketiga pemain Arsenal yang terkena kartu kuning adalah Jack Wilshere di menit ke-53, Calum Chambers di menit ke-56, dan Mathieu Flamini di menit ke-76. Meski diganjar tiga kartu kuning, pemain Arsenal tidak patang arang. Mereka semakin bermain taktis dan agresif. Memasuki menit ke-83 terpecahlah kebuntuan gol dari pihak Arsenal. Gol dari Aron Ramsey di menit ke-83 semakin memotivasi pemain lain untuk menyamakan kedudukan. Selang enam menit kemudian, tercipta lagi satu gol tambahan bagi kubu Arsenal lewat Olivier Giroud di menit ke-89. Kedudukan imbang 2-2 antara kedua tim bertahan sampai wasit meniupkan peluit tanda pertandingan telah berakhir.

Kunci kesuksesan kubu Arsenal dalam laga kemarin terletak pada diri Arsene Wenger selaku pelatih. Kekalahan telak di babak pertama membuat Wenger berpikir keras bagaimana bisa membalikkan keadaan kalah menjadi menang atau setidaknya mendapat hasil seri. Memasuki babak kedua, Wenger mengikuti intuisinya mengambil keputusan berani dengan mengganti Alexis Sanchez dengan Olivier Giroud. Tujuan Wenger mengganti Sanchez ada dua hal, yaitu: Pertama, Sanchez dalam kondisi fisik yang kurang prima. Kedua, Wenger membutuhkan serangan yang memiliki daya kejut yang cukup tinggi. Dengan daya kejut ini, Wenger berharap permainan Arsenal bisa lebih agresif dan ganas. Ternyata keputusan Wenger tepat dan apa yang diharapkan olehnya terwujud.

“Arsenal akan kelihatan lebih berbahaya dengan kehadiran pemain Perancis daripada pemain Chili. Tentu saja Sanchez akan bermain bagus juga ketika kondisi fisiknya sudah pulih total. Secara fisik, Sanchez masih belum menampilkan permainan yang maksimal. Saya tidak khawatir mengenai dia karena dia akan bermain sangat baik ketika kondisi fisiknya sudah mendukung”.

Usai pertandinga, Arsene Wenger ditanya mengenai hasil yang dicapai malam ini. Wenger secara umum mengatakan bahwa ia cukup puas meski harus bermain imbang. Ia menganggap laga ini sebagai laga uji coba untuk mengukur sejauh mana perkembangan yang telah dicapai oleh tim Arsenal. Baginya, tim Everton adalah parameter terbaik untuk mengukur kemampuan timnya.

“Kami memiliki kesempatan yang baik dalam laga hari Sabtu untuk menunjukkan bahwa kami telah maju dan lebih kuat ketimbang tahun lalu. Everton adalah lawan yang tangguh yang dapat dijadikan parameter untuk melihat sejauh mana kemajuan yang dicapai oleh anda. Bagi kami, lawan ini merupakan uji coba yang baik”.

“Saya sangat antusias menghadapi Everton karena Everton adalah sebuah tim yang cukup dipertimbangkan di Liga Champion. Kami tentu saja menginginkan hasil yang baik bagi kami”.

Lain halnya dengan Roberto Martinez sebagai pelatih Everton. Ia mengatakan cukup kecewa dengan hasil akhir seperti ini. Ia menyayangkan anak asuhnya tidak mampu mempertahankan performa seperti yang dilakukan oleh mereka di babak pertama. Menurut analisis Martinez, ada dua hal vital yang mengakibatkan kemerosotan permainan di babak kedua, yaitu: Pertama, anak asuhnya terjebak pada suasana euforia (perasaan gembira yang berlebihan), padahal pertandingan masih berjalan separuh. Kedua, anak asuhnya kehabisan stamina memasuki paruh babak kedua. Mereka bermain lamban dan kelihatan sangat letih. Walau hasilnya mengecewakan, Martinez masih berharap pada laga selanjutnya hal seperti ini tidak terulang kembali jika mereka ingin menjadi juara liga.

“Permainan di babak pertama sangat bagus dan itulah yang seharusnya kami lakukan sampai babak kedua berakhir”.

“Saat unggul 2-0 di babak pertama, pemain kami merasa nyaman. Lagi pula, pemain kami kehabisan stamina di babak kedua. Hal inilah menjadi sebuah ancaman bagi kekalahan kami”.

“Hasil imbang ini sungguh mengecewakan. Tetapi apa yang mau dikatakan. Setidaknya kami masih bisa gembira dengan hasil yang dicapai walau hal itu meleset dari target yang kami inginkan”.