Arsenal Kalah Dalam Laga Kandang Melawan Swansea City

Arsenal Kalah Dalam Laga Kandang Melawan Swansea City

Arsenal Kalah Dalam Laga Kandang Melawan Swansea CityAgen Bola – Kejutan kembali terjadi di Liga Primer Inggris ketika musim mendekati berakhir ketika Arsenal kalah dalam laga kandang melawan Swansea City dengan skor tipis 0 – 1. Hasil tersebut membalikkan banyak prediksi yang lebih mengungulkan Arsenal dibandingkan Swansea City dari segi kualitas pemain, posisi di klasemen sementara hingga faktor menjadi tuan rumah. Ketika banyak gol diharapkan dicetak oleh anak asuh Arsene Wenger; nasib baik ternyata berpihak pada tim tamu yang mampu bertahan hingga peluit akhir ditiup danpa kebobolan. Seperti kebanyakan tim kelas menengah yang bermain tandang ke Emirates Stadium; Swansea City memainkan 11 pemain tanpa memainkan striker murni. Bermain bertahan telah menjadi pilihan sejak peluit awal pertandingan ditiup oleh wasit.

 

Garry Monk memainkan 3 pemain agen bola bertahan murni dan menumpuk sisa pemain di lini tengah guna mengurangi tekanan dan menghambat para pemain Arsenal melakukan kerjasama antar pemain. Strategi tersebut berjalan baik karena Arsenal mengalami kesulitan berat untuk melakukan passing bola ketika bergerak mendekati gawang Swansea yang dikawal oleh Lukasz Fabianski yang merupakan mantan penjaga gawang Arsenal. Para pemain Arsenal dapat memainkan bola dan melakukan passing dengan rapi ketika masih berada di daerah sendiri, namun ketika bola menyeberang garis maka tekanan dari para pemain Swansea membuat aliran bola menjadi tersendat. Arsene Wenger memainkan Theo Walcott dan Jack Wilshere sebagai upaya menembus pertahanan Swansea dengan aksi individu. Strategi tersebut berjalan cukup baik karena kontrol Arsenal semakin meningkat.

 

Dilansir dari laman agen bola Olivier Giroud menjadi pemain Arsenal pertama yang hampir mencetak gol melalui sundulan kepala; namun Lukasz Fabianski tidak perlu mengantisipasi peluang tersebut karena bola melambung melewati gawang. Petaka terjadi ketika bola jatuh di kotak penalti Arsenal dan Bafetimbi Gomis berhasil mengalahkan Nacho Monreal dalam duel udara; bola mengarah ke gawang dan David Ospina berusaha menghalau bola keluar namun teknologi garis gawang yang telah diterapkan di Liga Primer Inggris membuktikan bahwa bola telah berhasil melewati garis gawang. Gol di penghujung pertandingan tersebut menjadi mimpi buruk yang menjadi kenyataan bagi Arsenal karena harus kehilangan angka ketika liga tinggal menyisakan 2 pertandingan.