Beberapa Catatan Dari Eksperimen Guardiola Saat Bayern Munich Melawan AC Milan

Beberapa Catatan Dari Eksperimen Guardiola Saat Bayern Munich Melawan AC Milan

Beberapa Catatan Dari Eksperimen Guardiola Saat Bayern Munich Melawan AC MilanAgen Bola Online – Kemenangan Bayern Munich 3 – 0 atas AC Milan meninggalkan catatan tersendiri terkait dengan cara bermain, performa pemain dan juga terkait dengan cara Pep Guardiola menangani Bayern Munich. Mario Gotze menjawab kepercayaan yang diberikan Guardiola dengan mencetak 1 gol; sedangkan 2 gol lain Bayern Munich dicetak oleh Robert Lewandowski dan Juan Bernat. Para pemain Bayern Munich memang tidak mendapat tekanan berarti dari para pemain AC Milan sehingga aliran bola dari kaki ke kaki yang diperlihatkan para pemain terlihat mulus dan lancar seperti menjalani latihan passing.

 

Guardiola memulai pertandingan dengan memainkan formasi 3 – 3 – 3 – 1 dengan memilih Mario Gotze sebagai penyerang di puncak formasi. Memainkan Gotze yang sebenarnya bukanlah seorang penyerang murni secara halus memperlihatkan bahwa memang Guardiola kurang suka memainkan penyerang murni; ia juga sering memainkan Fabregas sebagai penyerang ketika masih melatih Barcelona. Mungkin hal inilah yang menurut agen bola online membuat para penyerang berada dalam posisi sulit ketika bermain di klub yang dilatih oleh Guardiola seperti yang saat ini dialami oleh Thomas Muller; karena Guardiola lebih suka memainkan gelandang sebanyak mungkin daripada memainkan 1 orang penyerang murni. Pierre-Emile Hojbjerg, Joshua Kimmich dan Sebabstian Rode menjadi pilihan 3 pemain tengah yang dimainkan di babak pertama; ketiganya memainkan sepakbola dengan aliran bola dan pergerakan pemain yang cepat sehingga sulit diantisipasi para pemain tengah AC Milan. Ketika Alonso tidak dimainkan maka permainan Bayern menjadi lebih cepat; kesukaan Alonso menahan bola dan melakukan umpan panjang seringkali membuat ritme permainan melambat.

 

Eksperiman Guardiola dengan memainkan 3 orang pemain belakang juga berlanjut di pertandingan melawan Milan meskipun formasi tersebut berubah menjadi 4 pemain bertahan di akhir pertandingan. Fakta dari pilihan pemain di formasi 3 – 3 – 3 – 1 tersebut menunjukkan keinginan Guardiola untuk memainkan 6 hingga 7 orang gelandang dengan hanya 3 orang pemain belakang meskipun dalam pertandingan resmi Guardiola masih sering memainkan 4 orang pemain belakang atau 3 pemain belakang dengan 2 orang bek sayap ketika bertanding melawan tim dengan kemampuan menyerang yang sangat baik.