Evaluasi Pembantaian MU atas Spurs

Evaluasi Pembantaian MU atas Spurs

Evaluasi Pembantaian MU atas Spurs

BOLA212BET – Kejutan baru akhirnya ditampilkan oleh Manchester United seusai membantai Tottehnham Hotspur beberapa waktu lalu. Pertandingan yang dilangsungkan di kandang MU tersebut membuahkan hasil akhir yang telak, yaitu 3-0. Disebut-sebut juga kalau pertandingan tersebut merupakan hasil terbaik pertama kalinya sejak debut manajer Van Gaal di klub Setan Merah tersebut. Hasil akhir laga tersebut juga kian memperketat selisih klasemen antara MU, Manchester City, dan Arsenal. Pembantaian Spurs oleh MU kemarin menorehkan beberapa catatan penting yang seharusnya menjadi bahan evaluasi dari tim asuhan Van Gaal. Karena perjuangan mereka masih berat dengan jadwal ketat menghadapi tim-tim kelas berat di sisa putaran liga.

 

Bahan evaluasi pertama terletak pada sisi pertahanan kiri MU. Pada pertandingan tersebut, Van Gaal memasang Daley Blind sebagai bek kiri. Ia sebenarnya menggantikan peran Marcos Rojo dan Luke Shaw yang masih dalam keadaan tidak bugar sehingga tak mungkin berlaga. Buktinya, selama laga di Old Trafford digelar, Blind hampir mendominasi pergerakan dari sayap kiri dan mampu mengumpankan bola-bola matang ke garis serangan. Bahkan ia nyaris mencetak gol saat babak pertama masih berlangsung. Kemenangan MU atas Spurs kemarin juga menyadarkan publik bahwa kemampuan Harry Kane bukanlah satu-satunya kunci kekuatan Spurs. Ia nyaris tak berkutik dalam setiap serangan yang hendak digulirkan ke kotak pertahanan lawan.

 

Kemenangan MU kemarin juga menegaskan kehadiran Michael Carrick sebagai salah satu pemain penting di skuad Setan Merah. Buruknya penampilan MU selama beberapa laga kemarin diduga akibat ketidakhadirannya karena mengalami cedera. Saat ia diturunkan kemarin sebagai starter melawan Spurs, terbukti bahwa kemampuannya memang tak main-main. Berkali-kali ia menjadi titik pusat penyerangan yang efektif dari MU. Tapi faktor kelemahan Spurs juga berperan dalam hasil akhir liga kemarin. Pada akhirnya, mereka harus mengakui bahwa skuad yang rata-rata masih muda ternyata belum kuat membina mental saat berhadapan dengan tim seperti MU. Apalagi tekanan yang mereka hadapi berlangsung dalam kandang lawan dengan situasi yang selalu memanas.

 

Dan bahan evaluasi yang terakhir adalah kehadiran Rooney dalam skuad. Dalam pertandingan tersebut, ia akhirnya dipasang kembali sebagai penyerang utama. Dan buktinya sangat efektif selama melancarkan beberapa serangan berbahaya ke kubu lawan.