Kasasi Kemenpora Ditolak MA, PSSI Siap Gelar Kompetisi

Kasasi Kemenpora Ditolak MA, PSSI Siap Gelar Kompetisi

PSSI Siap Gelar Kompetisi ,Jakarta – Keputusan dari Mahkamah Agung (MA) yang menolak Kasasi dari Kemenpora (Kementrian Pemuda dan Olahraga) mengenai sanksi administrative PSSI, membuat nasib sepak bola Indonesia semakin jelas. Keputusan dari Mahkamah Agung (MA) ini secara langsung menggugurkan Surat Keputusan Menpora No. 01307 yang diterbitkan pada tanggal 17 April 2015 lalu. PSSI akan menggelar konferensi pers untuk mengumumkan kabar baik ini pada hari Selasa (8/3) sore hari.

Kasasi Kemenpora Ditolak MA, PSSI Siap Gelar Kompetisi

“PSSI siap gelar kompetisi musim baru sembari menunggu keputusan Menpora untuk bekerja sama membangun sepak bola Indonesia,” kata Direktur Hukum Aristo Pangaribuan.
“Berdasarkan UU yang berlaku saat ini, putusan dari MA sudah berkekuatan hukum tetap. Kalau dalam 21 hari Menpora tidak mencabut SK, maka secara otomatis SK tersebut akan gugur. Kami berharap Menpora tulus mencabut,” kata Aristo di hadapan wartawan.

 

Berselang sehari sebelum jumpa pers di PSSI, Kemenpora sudah lebih dahulu mengeluarkan pernyataan akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

 

Tetapi, Aristo menyatakan PK tersebut tidak bisa tiba-tiba diajukan kalau tidak dalam masa kondisi luar biasa. “Kemenpora harus menunjukkan kalau PSSI memiliki bukti-bukti palsu atau kekeliruan yang nyata. Menpora tidak akan menemukan syarat-syarat dalam Peninjauan Kembali (PK) itu,” kata Aristo lagi.
Selain pernyataan dari direktur Hukum Aristo Pangaribuan,Tim Pembela dari PSSI, Togar Manahan Nero juga ikut memberikan pernyataan bahwa PSSI siap gelar kompetisi dan dapat segera dilaksanakan. “Ini sudah final. PSSI sudah harus jalan dengan program-programnya. Kepada Menpora, mohon segera cabut SK-nya, kepada Kepolisian agar bisa memahami kondisi sekarang, dan bubarkan Tim Transisi,” ujar Togar.

 

Peninjauan kembali yang di ajukan oleh Kemenpora ini, dikarenakan putusan dari Mahkamah Agung (MA) menolak pengajuan kasasi mengenai pembekuan PSSI. Dalam putusan PTUN dan PTTUN, pembekuan PSSI adalah kesalahan wewenang dari Menpora Iman Nahrawi.

 

Melaui juru bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan “Bukan masalah kalah atau menang, selama hukum masih bisa digunakan, kami akan gunakan. PK bisa saja berhenti ditengah jalan, kalau ada kesepakatan mengenai reforemasi sepak bola antara FIFA dengan delegeasi yang dikirim presiden”.

 

Mudah-mudahan kabar baik mengenai PSSI siap gelar kompetisi ini akan benar-benar terwujud, mengingat para pemain dan para fans sangat menunggu hal ini terjadi.