Damian Collins - Pengadaan Piala Dunia 2018 dan 2022

Korupsi Tender Piala Dunia 2018 Dan 2022

Damian Collins - Pengadaan Piala Dunia 2018 dan 2022

Agen Casino Online – Sebuah konservatif MP (Member of Parliament) telah memanggil ‘Serious Fraud Office’ (SFO) untuk menyelidiki serangkaian kecurangan terkait proses tender untuk Piala Dunia 2018 dan 2022 yang jatuh ditangan yurisdiksi Inggris.

Bertempat di House of Commons, Damain Collins selaku anggota MP mengatakan FIFA telah tersandung dari satu krisis ke krisis lainnya. Dan hal ini menimbulkan berbagai tuduhan tentang kasus suap dan korupsi yang melibatkan beberapa pejabat senior. Selain itu, ia menambahkan bahwa badan sepak bola tidak dapat melepaskan diri dari persepsi bahwa ‘organisasi itu busuk’ dan saat ini harus tunduk pada kekuatan penuh hukum internasional daripada menyelidikinya sendiri.

Dari laporan yang diselidiki oleh SFO, Collins mengatakan bahwa laporan ini sudah termasuk tuduhan terhadap mantan pejabat FIFA, Chuck Blazer yang mengadakan pertemuan mengatasnamakan FBI di London pada Olimpiade 2012 dimana kegiatan tersebut untuk mencari informasi dari eksekutif sepakbola dan lainnya. The Folkestone dan Hythe MP menambahkan bahwa intelijen yang dikumpulkan tim tawaran Inggris pada Piala Dunia juga diluar wewenang SFO untuk di investigasi. Selain itu, sebuah firma yang berbasis di London juga dikatakan terlibat dalam dugaan korupsi untuk piala dunia 2022.

Dan dari tuduhan tersebut, giliran perusahaan tersebut yang mengirim surat atas nama pejabat Qatar yang menuduh Almajid telah melakukan pelecehan dan mengancam akan menuntut jika dia terus menghubungi mereka. Ibu Almajid sendiri bekerja untuk tim penawar Qatar 2022 sebelum kehilangan pekerjaannya pada tahun 2010. Collins dalam pernyataannya yang diterima dari pihak pelapor menurutnya mendukung bahwa semua upaya hanya untuk memojokan dirinya.

“Upaya yang mereka lakukan hanya untuk memojokan saya saja. Dan ini berhubungan dengan surat yang pernyataan yang saya buat pada tahun 2011. Fakta disekitarnya menunjukan bahwa hal tersebut terlihat seperti dipaksa dan berdasarkan janji yang pernah tidak pernah dipegang.” ucap Collins kepada Agen Casino Online.

 

“Awal Juli 2011 seorang pengacara dari firma hukum di London mewakili komite tertinggi Qatar untuk pengiriman dan warisan datang ke Washington DC dan memberikan surat pernyatan kepada saya.”

“Saya menolak untuk menandatanganinya, karena saya menduga telah dibohongi tentang apa yang ia perlihatkan dan dokumen tersebut belum selesai saya baca. Dan akhirnya, datang ancaman untuk menuntut dan tuntuntan tersebut ditarik setelah saya berjanji akan menandatangani surat pernyataan tersebut.”

“Saya kemudian meminta surat saya tersebut, namun pejabat Qatar tidak menepati kesepakatan tersebut. Dan mengatakan mereka akan mengembalikannya setelah saya membuat wawancara kepada media tentang janji saya.”

“Secara pribadi saya keberatan akan hal tersebut, namun mereka mencoba menyakinkan saya bahwa saya akan menerima surat hukum.”

“Saya terus menuntut surat saya dari pihak Qatar dan pengacara mereka. Dan pada Oktober 2011, mereka mengirimkan saya surat yang menunduh saya melecehkan mereka dan kembali mengancam untuk menuntut bila saya terus seperti ini.”

“Saya berhenti meminta surat hukum saya karena berada dibawah ancaman akan digugat oleh pengacara Qatar.” tambahnya kepada Bolatangkas Online.