Pep Guardiola Menjadi Target Manchester City Dan Manchester United

Pep Guardiola Menjadi Target Manchester City Dan Manchester United

Pep Guardiola Menjadi Target Manchester City Dan Manchester United

Keputusan Pep Guardiola untuk menunda penandatanganan perpanjangan kontrak di Bayern Munich ternyata memicu banyak spekulasi. Manajer berkebangsaan Spanyol tersebut mengatakan bahwa masa depan dirinya di Bayern Munich akan ditentukan sebelum jeda musim dingin dimulai. Kontrak Pep Guardiola sebagai manajer Bayern Munich memang akan habis di akhir musim ini dan beberapa klub dikabarkan ingin mendapatkan jasa manajer bertangan dingin tersebut. Bayern Munich akan menjalani pertandingan terakhir di Hannover sebelum memasuki libur musim dingin. CEO Bayern Munich Karl Heinz Rummenigge mengatakan bahwa pihak klub akan mengadakan pertemuan dan pembicaraan setelah kompetisi memasuki libur musim dingin.

Selama ini memang tidak ada klub yang gagal saat ditangani pelatih berkepala botak ini. Barcelona kembali memasuki masa keemasan; demikian pula Bayern Munich yang tampil perkasa dari musim ke musim di Bundesliga. Beberapa klub seperti duo Manchester United dan Manchester City dikabarkan menjadi peminat utama untuk mendapatkan jasa manajer Spanyol tersebut. Teka – teki masa depan Pep Guardiola akan terjawab tanpa pertanyaan lebih lanjut jika Bayern Munich berhasil mendapatkan kesepakatan perpanjangan kontrak. Namun jika Pep Guardiola memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak maka akan muncul pertanyaan baru terkait klub mana yang beruntung mendapatkan Guardiola. Mantan manajer Bayern Munich Ottmar Hitzfeld menyebut Manchester City sebagai klub yang akan ditangani Guardiola setelah meninggalkan Bayern Munich. Meski kepemimpinan Manuel Pellegrini di Manchester City terbilang baik; namun mendatangkan Guardiola sepertinya menjadi keinginan manajemen klub Manchester City.

Tetangga Manchester City juga dikabarkan sangat ingin mendapatkan Guardiola. Terlebih lagi kepemimpinan dan gaya permainan Manchester United di bawah arahan Louis Van Gaal ternyata menuai banyak kritik. Keputusan menjual Angel Di Maria dan Javier Hernandez sempat menurunkan popularitas Van Gaal. Sedangkan kini gaya bermain monoton dan lebih fokus pada mengamankan setidaknya 1 poin di tiap pertandingan membuat suporter menjadi kurang hormat pada manajer Belanda tersebut. Kondisi itulah yang memicu spekulasi kedatangan manajer baru di musim mendatang untuk menggantikan Louis Van Gaal.