Slaven Bilic Sukses Mereformasi West Ham United

Slaven Bilic Sukses Mereformasi West Ham United

Manajer West Ham United Slaven Bilic merupakan sebuah kejutan di musim ini. Ia secara mengejutkan telah melakukan reformasi West Ham United menjadi kekuatan baru di Liga Primer Inggris. Kini semua tim akan berhati – hati ketika berhadapan dengan tim asuhan Slaven Bilic tersebut. Bahkan mereka sempat membuat Arsenal gentar menjelang pertemuan kedua di musim ini; keberhasilan Andy Carroll dan kawan – kawan menahan imbang Arsenal 3 – 3 menjadi alasan mengapa Arsene Wenger pantas khawatir. Kalah dari West Ham United akan sangat beresiko bagi peluang Arsenal berlaga di Liga Champions Eropa musim depan; bahkan kemenangan 3 – 1 West Ham United atas Watford cukup untuk membuat Manchester United dan Manchester City was – was. Kini West Ham United berada di peringkat 6 dengan nilai 56; berselisih 3 angka saja dari Manchester United dan 5 dari Manchester City.

Slaven Bilic Sukses Mereformasi West Ham United

Meski berada di zona Liga Eropa; namun Slaven Bilic mengaku selalu ada tekanan bagi dirinya dan seluruh tim. Ia menyebut tekanan tersebut sebagai tekanan positif; suatu jenis tekanan berbeda dari tekanan yang dirasakan Newcastle United, Norwich City ataupun Sunderland. Jika West Ham United setidaknya bertahan di peringkat 6; maka mereka berhak berlaga di kompetisi Liga Eropa musim mendatang.

 

Slaven Bilic sebenarnya sempat diragukan saat pertama datang ke Upton Park; ia bukanlah manajer pilihan pertama untuk menangani tim West Ham United. Pihak klub sebelumnya berusaha mendapatkan Rafael Benitez dari Napoli; namun manajer asal Spanyol tersebut lebih memilih Real Madrid dibandingkan klub kelas menengah di Liga Primer Inggris. Akhirnya Slaven Bilic yang pernah memperkuat West Ham United selama 15 bulan sebagai pemain menjadi pilihan untuk memimpin tim di musim ini. Kini banyak pihak yang membandingkan gaya bermain West Ham United dengan gaya bermain Liverpool di bawah arahan Jurgen Klopp; sepakbola heavy metal yang penuh energi. Ia terbukti mampu mengeluarkan sisi terbaik dari Dimitri Payet dan Manuel Lanzini serta memberi peran yang cocok untuk seorang Mark Noble.